Cara Menyikapi Mertua Yang Suka ikut Campur, KonsultasiOnline.Com – Kesel kan ya kalau punya mertua yang hobinya obok-obok rumah tangga kita.

Udah gitu suka banget kritik sana sini walaupun di rumah kita sendiri. Itu di rumah sendiri lho ya, gimana coba kalau statusnya kita masih numpang.

Bisa-bisa mau napas saja dipelototin. Stres kan jadinya? Tenang aja, KonsultasiOnline punya solusinya.

13 Cara Menyikapi Mertua Yang Suka ikut Campur dengan Damai

Pahami Maksudnya

Jangan dulu ngomel-ngomel kalau sang mertua mulai beraksi ngoreksi sana sini. Hal ini sangat wajar kok.

Jadi jangan sampai stres dan membuat kita tidak fokus mengurus suami dan anak. Pahami ada maksud apa di balik omelannya. Siapa tahu memang benar.

Anggap Orang Tua Sendiri

Setelah menikah, maka orang tua suami menjadi orang tua kedua kita. Sayangi mereka seperti kita menyayangi orang tua kandung sendiri.

Jangan Ragu Praktik

Dunia itu dinamis. Apa yang dulu berlaku, kini mungkin tidak lagi. Sayangnya, kenyataan inilah yang terkadang ditolak oleh orang tua.

Tapi, saat omelan mertua memang ada benarnya, jangan gengsi untuk mengikuti. Mau itu cara kuno tapi yang penting it’s working.

Berterima Kasih

Jangan lupa berterima kasih setelah diberi wejangan. Tidak peduli kita suka atau tidak, kita musti tetap berterima kasih.

Anggap Sebagai Bentuk Perhatian

Saat kita menganggap kecerewetannya merupakan wujud perhatian, hati dan pikiran kita akan lebih adem.

Ikhlas

Meskipun di matanya apa yang kita lakukan selalu salah, ikhlas saja. Itu sudah hukum alam.

Kita tidak perlu lebay menanggapinya apalagi mengompori suami untuk ikut-ikutan membenci ibunya.

Mertua Bukan Saingan

Meskipun sama-sama mencintai orang yang sama, namun mertua bukan rival kita dalam mendapat cinta suami.

Memaksa suami memilih orang tua atau kita pasangannya merupakan perbuatan yang tidak lucu.

Mengalah

Saat suami lebih menomorsatukan mertua terutama ibunya dibandingkan kita istrinya maka jangan langsung ngambek ya.

Memang hukumnya begitu. Istri itu milik suami, suami itu milik ibunya. Jadi, mau tidak mau kita harus mengalah.

Jangan sampai suami melupakan orang tuanya dan menjadi durhaka karena ulah kita.

Dekat Dengan Mertua

Meskipun tidak serumah dengan mertua dan meskipun mereka bukan main usilnya mengurusi rumah tangga kita, kita harus tetap dekat dengan mereka.

Eits, mengambil hati mertua sangat penting lho.

Beri Ketegasan

Bila kita terlalu lelah menerima kritik perihal melayani suami atau mengurus anak, katakan bahwa kini giliran kita.

Biarkan kita yang belajar mengurus semuanya karena masa mereka telah berakhir. Namun, sampaikan dengan bahasa sehalus mungkin.

Buktikan

Sudah pasti kemampuan kita dalam mengurus rumah tangga akan diragukan oleh mertua. Tapi jangan diambil pusing.

Kita bisa membuktikan bahwa kita mampu dan kuat. Oleh karena itu, jangan mudah frustrasi jika masih dikritik dan diomeli.

Jadilah Air

Ketika suami mencium adanya ketidakharmonisan hubungan antara kita dan orang tuanya, jangan lantas menempatkan diri sebagai orang yang tidak bersalah.

Apalagi membumbui cerita dan membuat seolah-olah mertua sudah bertindak sangat kejam.

Kan lebih baik jika kita menjadi air yang menenangkan. Katakan saja bahwa kita bisa menyelesaikannya.

Berdoa

Doa yang kita panjatkan akan membuka mata hati mertua untuk tidak lagi mencampuri urusan rumah tangga kita. Jadi, jangan putus berdoa ya.

Baca juga:

Cara Menyikapi Mertua Yang Suka ikut Campur – Kesimpulan

Di mana pun tempatnya, kita akan sering menemui permasalahan mertua yang mencampuri urusan rumah tangga menantunya.

Yang terpenting adalah cara menyikapi mertua yang suka usil tersebut.


Sharing is Caring! Yuk Bagikan...
1Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yuk Diisi, Bukan Bot,kan? *