Bahaya Bulu Kucing Pada Bayi, KonsultasiOnline.Com – Beberapa dokter hewan mengungkapkan bahwa terdapat bahaya bulu kucing pada bayi yang harus diwaspadai. Apalagi dampak yang diberikan juga akan memberikan pengaruh pada kondisi kesehatan tubuh bayi.

Gambar Foto Bahaya Bulu Kucing Pada Bayi Bila TerhisapAda banyak bakteri yang terdapat pada bulu dan bagian tubuh kucing lainnya yang bisa menempel dengan mudah di kulit bayi. Dampak yang ditimbulkan bisa menyebabkan alergi hingga gangguan pernapasan.

Hal ini juga yang membuat Anda harus mempertimbangkan untuk menjauhkan atau memberikan ruangan khusus bagi kucing.

Selain itu, kulit bayi yang memiliki sensitivitas sangat tinggi sangat mudah terinfeksi dari bakteri atau virus yang berasal dari kucing.

Dampak Bahaya Bulu Kucing Pada Bayi yang Bisa Terjadi

Berikut ini beberapa bahaya bulu kucing pada bayi yang memberikan dampak bagi kesehatan seluruh tubuh, seperti:

  1. Bayi akan mudah terkena penyakit cakar kucing

Bahaya bulu kucing pada bayi bisa menyebabkan penyakit cakar kucing atau sering disebut dengan cat scratch. Penyakit ini timbul akibat virus Bartonella Henselae yang berasal dari cakaran atau gigitan kucing.

Bakteri ini biasanya menempel pada bagian kuku atau gigi pada kucing. Selain itu, sebagian dari bulu kucing juga sangat mudah menularkan bulu ini. Pada saat bulu kucing rontok dan terbang mengenai bagian kulit, hal ini bisa saja memberikan dampak iritasi kulit pada bayi. Apalagi kondisi kulit bayi juga sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan sekitar.

  1. Bayi akan mengalami asma akut berkepanjangan

Bayi memiliki kondisi tubuh yang belum stabil. Hal ini yang menjadi pertimbangan bagi Anda untuk menghindari bayi memiliki kontak langsung dengan kucing. Bulu kucing yang memiliki berbagai bakteri dianggap akan memberikan dampak buruk seperti asma.

Apalagi bulu kucing yang rontok akan mudah masuk ke dalam saluran pernapasan bayi melalui hidung. Hal ini yang membuat bayi akan mengalami sesak napas berkepanjangan. Beberapa jenis kucing yang memiliki bulu sangat tebal biasanya memiliki tingkat kerontokan yang berlebihan.

Selain itu, asma yang dialami bayi akibat bulu kucing yang rontok juga akan membuat kondisi kesehatan semakin menurun. Bila tidak mendapatkan perawatan intensif, maka asma yang diderita bayi bisa menyebabkan kematian.

  1. Alergi berlebihan pada bayi

Kulit bayi yang sangat sensitif akan bereaksi dengan cepat bila terdapat benda asing menempel pada bagian terluar kulit. Apalagi bila yang menempel itu adalah bulu kucing yang rontok. Banyak bakteri atau virus yang terdapat di bulu rontok itu.

Sehingga saat bulu itu menempel secara langsung di kulit bayi dalam waktu yang cukup lama, maka akan terjadi iritasi ringan. Alergi pada kulit seperti ini akan menyebabkan gatal-gatal dan timbuk bintik kemerahan dengan jumlah yang tidak sedikit. Jangan biarkan alergi seperti ini dalam waktu yang cukup lama.

Apalagi banyak bayi yang tidak sengaja akan menggaruk bagian kulit yang mengalami alergi. Bila dibiarkan maka kulit itu akan mudah terluka. Anda bisa saja membersihkan bulu yang menempel pada kulit bayi dengan menggunakan sabun bayi atau tisu basah khusus.

  1. Penyakit kurap

Penyakit kurap pada bayi bisa saja timbul akibat adanya sentuhan langsung pada kucing. Penyakit seperti ini terjadi karena bakteri yang terdapat pada bulu kucing secara cepat berpindah ke kulit bayi. Kondisi kulit bayi yang belum stabil akan membuat penyebaran seluruh virus dan bakteri ini.

Hal ini akan menyebabkan kulit bayi seperti bersisik dan memiliki bintik yang memerah. Pada awal penyebaran, jumlah bintik pada kulit bayi hanya sedikit. Namun, bila dibiarkan terlalu lama biasanya kulit akan semakin bersisik dengan ukuran yang cukup besar.

Penyakit kulit ini memberikan rasa gatal yang sangat berlebihan. Sehingga kadang-kadang bayi akan merasa tidak nyaman dan akan menangis terus-menerus.

Kontak langsung pada kucing terjadi saat bayi mengelus bagian bulu atau pada saat kucing berusaha mendekati bayi.

Cara Menghindari Bayi Kontak Langsung dengan Kucing – Bahaya Bulu Kucing Pada Bayi

Gambar Foto Bahaya Bulu Kucing Pada Bayi Tanpa VaksinUntuk menghindari berbagai penyakit yang ditimbulkan bulu kucing tersebut, Anda harus melakukan beberapa hal. Biasanya cara seperti ini sangat mudah dilakukan, seperti:

  1. Pindahkan kucing dengan segera. Jangan pernah menempatkan kucing berdekatan dengan kasur bayi. Anda juga bisa menempatkan kucing di kandang atau ruangan khusus yang sangat sulit dijangkau bayi. Hal ini dilakukan agar kucing tidak mendekati bayi.

Selain itu, jangan tempatkan kAndang kucing berdekatan dengan kamar bayi. Hal ini justru akan membuat penyebaran virus atau bakteri dari bulu kucing semakin mudah.

  1. Persiapkan perlengkapan pembersih kulit. Ada banyak produk pembersih kulit higienis yang bisa digunakan untuk bayi. Apalagi beberapa sabun kulit yang ditujukan pada bayi juga sangat mudah untuk diterapkan.

Salah satu perlengkapan yang harus Anda sediakan dalam waktu yang lama adalah tisu basah khusus bayi. Hal ini sebagai persiapan bila sewaktu-waktu secara tidak sengaja bayi terkena bulu kucing yang rontok.

Semoga tulisan yang mengulas Bahaya Bulu Kucing Pada Bayi ini bisa sedikit memberikan gambaran bahaya yang ditimbulkan pada bayi Bunda bisa memberi peringatan guna melakukan langkah awal untuk penjagaan.

Baca juga: Bahaya Bulu Kucing Pada Ibu Hamil

Jangan lupa share dan like nya jika dirasa tulisan ini bermanfaat ya. Tetap sehat dan tetap beraktifitas.


src: kucingpedia

 

Kamu Suka?
Tekan "Like" ya!

Follow on Twetter !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yuk Diisi, Bukan Bot,kan? *