Bahaya Bulu Kucing bagi Ibu Hamil, KonsultasiOnline.Com – Saat ini ada beberapa jenis bahaya bulu kucing bagi ibu hamil yang harus anda hindari. Apalagi hal ini juga akan memberikan pengaruh buruk bagi kondisi kesehatan ibu hamil dan janin.

Gambar Foto Bahaya Bulu Kucing bagi Ibu Hamil dan Cara MengatasinyaMeskipun kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang paling digemari, namun ada baiknya anda harus menghindari kontak langsung pada hewan ini. Tindakan seperti ini bukan hanya soal mitos atau fakta, namun lebih mempertimbangkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh bulu kucing pada ibu hamil.

Sebagian jenis kucing biasanya sangat mudah mengalami bulu yang rontok. Bulu ini yang bisa menyebarkan berbagai virus atau bakter berbahaya bagi ibu hamil. Selain itu, anda juga memiliki kesempatan berkonsultasi kepada dokter kandungan untuk mendapatkan penjelasan klinis untuk menghindari kontak secara langsung pada kucing.

Beberapa Bahaya Bulu Kucing Bagi Ibu Hamil

Ada banyak jenis bahaya bulu kucing bagi ibu hamil yang harus anda ketahui dengan rinci. Anda bisa mendapatkan penjelasan dari dokter kandungan selama konsultasi perkembangan janin.

Selain itu, berbagai literatur juga menjelaskan bahwa bulu kucing memiliki bakteri berbahaya yang akan mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Berikut ini kondisi berbahaya yang diakibatkan bulu kucing pada ibu hamil seperti:

  1. Alergi berlebihan pada saluran pernapasan

Ini adalah salah satu dari bahaya bulu kucing bagi ibu hamil yang sering dialami. Bulu kucing yang mudah rontok akan mudah hinggap di bagian tubuh ibu hamil. Namun, kondisi yang sangat berbahaya adalah bila bulu kucing itu masuk atau hinggal pada saluran luar pernapasan.

Hal ini menyebabkan ibu hamil akan mengalami alergi berlebihan seperti kulit gatal hingga radang. Selain itu, ibu hamil juga akan mengalami kesulitan bernapas.

  1. Bulu kucing menyebarkan virus tukso

Virus tukso adalah salah satu dari bagian yang disebarkan bulu kucing. Beberapa dokter kandungan menganggap bahwa virus ini akan menyebabkan janin akan meninggal dalam kandungan. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Apalagi pada bulu kucing yang jarang mendapatkan perawatan khusus. Selain itu, virus ini juga memberikan dampak buruk bagi perempuan pada umumnya. Virus ini akan membuat perempuan yang terinfeksi kesulitan hamil.

  1. Bulu kucing akan merusak organ penting dalam bayi

Bulu kucing yang sangat berbahaya juga memiliki virus atau bakteri yang bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan bayi saat lahir. Kondisi seperti ini biasanya akan membuat beberapa organ penting dalam tubuh bayi terganggu.

Virus atau bakteri yang menempel pada bulu kucing dianggap akan merusak dan menginfeksi bagian mata pada bayi. Bahkan, dalam kasus tertentu virus pada bulu kucing ini juga bisa membuat bayi mengalami cacat pada mata secara permanen. Virus ini sebenarnya hampir mirip seperti tukso.

  1. Kerusakan otak pada bayi

Pada kondisi yang cukup parah, bulu kucing yang telah terinfeksi berbagai bakteri atau virus seperti tukso juga akan merusak otak. Hal ini terjadi bila bulu kucing masuk pada saluran pernapasan ibu hamil hingga akhirnya bisa menyebar ke janin.

Biasanya kondisi ini akan dimulai saat bulu kucing yang rontok beterbangan lalu masuk dengan mudah melalui saluran pernapasan atau pencernaan. Hal ini yang membuat kondisi janin akan sangat memprihatinkan.

Bila dibiarkan terlalu lama, virus itu akan mudah menyerang bagian otak pada bayi dan menyebabkan kerusakan permanen.

  1. Kondisi kesehatan ibu hamil yang akan menurun drastis

Penyebaran virus atau bakter dari bulu kucing akan membuat kondisi kesehatan pada ibu hamil turun drastis. Ibu hamil akan mengalami flu secara terus-menerus dalam waktu yang cukup lama.

Bahkan, ibu hamil juga merasakan lelah setiap hari hingga sakit demam berkepanjangan. Bila hal ini terus terjadi maka kondisi dari janin juga akan terpengaruh. Bahkan, kondisi yang cukup parah pada ibu hamil akan membuat janin mudah keguguran.

Cara Mudah Menghindari Efek Buruk dari Bulu Kucing

Gambar Foto Efek Samping dan Akibat Bahaya Bulu Kucing bagi Ibu HamilPara ibu hamil memiliki banyak kesempatan untuk menghindari efek buruk dari bulu kucing seperti ini. Ibu hamil tidak harus menjadi anti kucing dengan membuang ke tempat lain.

Namun, terapkan cara yang mudah untuk menghindari bulu kucing yang banyak mengandung bakteri ini. Beberapa cara yang bisa anda lakukan seperti:

  1. Tempatkan kucing di kandang atau ruangan khusus. Biasanya cara seperti ini akan membuat kotoran atau bulu kucing tidak mudah masuk ke dalam rumah. Selain itu, cara ini juga bisa menghindari kontak langsung pada kucing.
  2. Selalu jaga kebersihan kucing secara menyeluruh. Minta tolong kepada dokter hewan atau pegawai pet shop untuk melakukan pembersihan pada seluruh bagian tubuh kucing. Apalagi cara ini juga bisa mengurangi kerontokan pada bulu kucing.
  3. Selalu jaga kebersihan dalam ruangan baik itu dari bulu kucing atau kotoran lainnya.

Semoga penjelasan diatas dapat membantu Bunda yang sedang hamil agar lebih berhati-hati lagi ketika menyayangi hewan peliharaan kucing yang dimiliki. Semogo bermanfaat ya. Jangn lupa share and like nya


src: artikelduniawanita

Sharing is Caring! Yuk Bagikan...
2Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yuk Diisi, Bukan Bot,kan? *